Kenapa Harus Meninggalkan Jogja?

Hampir 11 bulan sudah aku meninggalkan Jogja. Kota kecil yang telah menjadi saksi kehidupanku beberapa tahun terakhir.
Semakin lama tinggal di kota ini, semakin membuatku betah. Sampai akhirnya aku ‘terpaksa’ angkat kaki dari Jogja.
‘Terpaksa’ meninggalkan Jogja bukan tanpa alasan. Selain minimnya peluang kerja yang sesuai dengan background pendidikanku sehingga harus mencari nafkah di kota lain, ada satu alasan pribadi yang mendorongku untuk ‘mengusir diri’ dari tanah sultan.
Selama ini aku cukup iri dengan orang-orang yang begitu rindu dengan Jogja, serta iri dengan orang-orang yang menikmati Jogja sebagai tempat berlibur dan bersenang-senang. Sedangkan bagiku, Jogja adalah tempat berpusing-pusing menimba ilmu dan mengejar gelar sarjana.
Sejak mulai mengerjakan Tugas Akhir, aku berjanji pada diriku sendiri, aku akan pergi sejauh mungkin dari Jogja agar aku tau rasanya merindukan kota ini dan merasakan liburan yang sesungguhnya saat aku kembali ke Jogja.
Terdengar agak lebay memang, sebegitunya dengan kota yang kalau dipikir sih biasa aja kotanya. Tapi hal tersebut ternyata dirasakan oleh banyak teman-temanku🙂 .
Dan kini, setiap kali aku ada di pulau seberang kota itu selalu ada di bayanganku. Setiap kali menjelang cuti, bayangan Jogja selalu memenuhi pikiranku. Hingga akhirnya cuti itu berakhir, berat sekali rasanya harus berpisah lagi dengan Jogja seisinya.

~ by si_kumbang on 14 February 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: