Kuliah Itu…

Rasanya beberapa waktu terakhir blog ini lebih banyak diisi postingan gak penting atau bisa dibilang postingan “sampah”. Maklum, tekanan hidup lagi gak santai nih akhir-akhir ini. Nah posting kali ini coba nulis yang santai-santai aja deh, meskipun kurang penting juga kalo dipikir-pikir, tapi siapa juga yang mau capek-capek mikir coba?!😀

Bener banget kalo hingga detik ini status mahasiswa masih kusandang. Bahkan saat 3 bulan lalu ke kantor kecamatan buat perpanjang KTP, terpaksa juga memperpanjang status pekerjaan yang tertulis di KTP dengan titel “pelajar/mahasiswa”. Padahal kalo liat temen-temen seumuran udah pada sibuk dengan pekerjaan atau bahkan sibuk dengan istri/suami dan anak-anaknya.

Tapi sudahlah, aku sadar jalannya beda-beda. Setidaknya masih ada sisi beruntungnya juga, aku masih bisa bebas ke kampus kapanpun aku mau dan menikmati Jogja sepuasnya, padahal temen-temen yang udah lulus dan hengkang dari Jogja sepertinya begitu merindukan masa-masa kuliah dan tinggal di Jogja. Dan aku jelas lebih beruntung karena masih bisa menikmatinya.

Ngomong soal kuliah, begitu banyak hal yang menjadi ciri khas dan dan kewajiban bagi manusia yang menjalaninya. Apa aja tuh? Yuk ah coba kita kupas lebih mendalam berdasarkan pengalamanku sendiri.

Kuliah semester awal, kalo ada jadwal kuliah jam 7 pagi, bisa dipastikan sebelum jam 7 udah ada di kelas. Maklum, kebiasaan di SMA sekolah jam 7 sih. Tapi masuk semester 3 dan seterusnya, waktu tidur mulai nggak teratur, begadang jadi kebiasaan. aku hampir nggak pernah menganggap ada kuliah jam 7.  Minimal baru mau berangkat kuliah yang jam 9 deh. Kalaupun aku berangkat kuliah jam 7 dipastikan dateng telat, ya paling cepet nyampe kelas jam 7.30 lah. Nggak jarang juga baru nyampe kelas jam 8.30! Parah emang.

Tapi agak realistis juga, soalnya dosen juga kebanyakan baru dateng di atas jam 7.15, jadi telat 15-30 menit masih wajar lah. Tapi pernah juga ada dosen yang menerapkan peraturan, masuk kelas maksimal 7.10. Mau gak mau lah nyampe kampus jam 7! Parahnya kalo telat bangun, bisa ke kampus tanpa mandi tuh (sering juga). Hehe

Nggak cuma tak menganggap keberadaan kuliah jam 7. Namanya dateng kuliah nyaris selalu telat, malah sering juga nyampe kelas di 15 menit terakhir. Menurutku itu masih mending lah daripada bolos terus titip absen. Abisnya banyak dosen yang kurang tegas kalo mahasiswa telat. Soal titip absen saat bolos, tak mutlak bagiku. Kalo lagi bolos dan sempet SMS temen buat titip absen ya aku bakal SMS. Tapi kalo nggak sempet SMS ya udah bolos aja, lagian hampir tak ada dosenku yang memperhatikan presensi, paling khawatirnya kalo mendadak ada quiz aja sih.

Hidup bebas dan mandiri. Sekitar 80% temen kuliahku adalah perantauan termasuk aku, sisanya asli Jogja. Yang perantauan itu pasti tinggalnya ngekost atau kontrak rumah. Hidup sendiri tanpa orang tua di kota yang cukup ramai, dipastikan membuat mahasiswa hidup cenderung semaunya. Tidur semaunya, main semaunya, kuliah semaunya, buang-buang duit semaunya. Begadang, bolos kuliah, foya-foya, gonta-ganti pacar, berorganisasi tak kenal waktu, main keliling nusantara, semua bisa dilakukan. Namun setiap yang dilakukan anak kost pasti mengandung resiko, resiko IP jeblok, resiko kantong jebol, serta resiko-resiko lainnya. Sehingga meskipun hidup mahasiswa itu terkesan liar dan semaunya, namun juga bisa berfikir lebih mandiri.

Saatnya mengembangkan diri. Berbagai hal bisa dilakukan di masa kuliah. Buat yang suka berorganisasi, tersedia banyak organisasi di kampus. Buat yang punya hobi tertentu, dari nyelam, berkuda, catur, paduan suara, terdapat banyak UKM yang siap menampung. Yang perlu dicatat, mengembangkan diri tak selamanya harus berkaitan dengan prodi yang diambil. Aku beruntung karena teman-teman kuliahku termasuk majemuk, mereka memiliki bakatnya masing-masing. Meski terkesan kurang study oriented, namun bagiku itu tak masalah, justru bisa menjadi kehebatan tersendiri bisa menguasai berbagai bidang, tak melulu soal elektronika dan instrumentasi.

Di antaranya ada yang jadi fotografer, jadi seniman, jadi pekerja sosial, jadi master SEO, jadi penyelam, jadi pebisnis, jadi gamer, jadi playboy, jadi dalangpun ada. Memiliki teman dengan berbagai kehebatan adalah sebuah anugerah tersendiri buatku, sekalipun mereka sebenarnya kuliah di prodi elektronika dan instrumentasi namun masih bisa mengembangkan bakatnya masing-masing.

Angkringan dan warung burjo. Keduanya adalah tempat makan yang ‘mahasiswa banget’, terutama mahasiswa macam aku yang cuma dapet duit bulanan pas-pasan. Keduanya tak sekedar tempat makan, namun juga bisa dijadikan tempat nongkrong hemat dan tempat bertukar pikiran. Angkringan dan burjo tersebar di seluruh penjuru Jogja, terutama di kawasan yang banyak mahasiswanya.

Ngulang kuliah. Dapet nilai kuliah jelek? Jangan khawatir, masih ada remidi ataupun SP (semester pendek), tak harus menunggu tahun depan hanya untuk mengulang kuliah. Nah apeslah aku, di fakultasku tak ada remidi apalagi SP. Bahkan ujian susulanpun tak ada sekalipun kita sedang sakit. Jadi kalo mau benerin nilai, silahkan menanti tahun depan. Kalo masih belum bagus/lulus juga ya silahkan menanti tahun depannya lagi. Mata kuliah yang biasanya wajib diulang oleh teman-temanku justru mata kuliah-mata kuliah semester awal, di antaranya Kalkulus 1 dan 2, Fisika dasar 1 dan 2, Kimia dasar 1 dan 2, Biologi, Untai listrik. Semua itu adalah mata kuliah di 2 semester awal, dan mirisnya semuanya begitu akrab bagi kami bahkan hingga di tahun keempat dan kelima.

Ada pula mata kuliah yang pernah kuulang sampai 3 kali, artinya aku pernah mengambilnya 4 kali selama kuliah. Awalnya aku dapat nilai D. Padahal target nilai yang kuinginkan saat ngulang nggak muluk-muluk, cukup C agar di transkrip tak ada nilai D. Namun takdir berkata lain, nilai C baru kudapatkan saat mengulang untuk ketiga kalinya. Berkat mengulang kuliah, aku pernah kuliah sekelas dengan setiap angkatan.

Ada pula hal-hal yang menjadi musuh mahasiswa. Yaitu jeratan MLM (multi level marketing) dan kelompok-kelompok ekstrim. Tak jarang keduanya berakhir dengan penculikan. Soal kelompok ekstrim, aku kurang paham. Namun soal MLM, cukup banyak temanku yang menjadi korban kekejamannya.

Sekian dulu deh soal dunia perkuliahan, nanti bakal diupdate kalo ada hal-hal yang baru kuinget.😀

~ by si_kumbang on 20 July 2011.

One Response to “Kuliah Itu…”

  1. hahaha…
    sma broo,,gk beda jauh am gw…
    tapi emg sihh kudu mandiri,jgn keenakan kebawa suasana bebas dari ortu…
    tapi smua kn ada masanya,begadang,bolos,ntip absen,dll
    ga mungkin jg kita mw terlalu lama di kampus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: