Bertemu Pak BJ Habibie

Jam di kamarku belum sampai menunjukkan pukul 8 pagi, tiba-tiba HPku bunyi karena ada SMS masuk. Ternyata dari Aji, dia bilang, “fik, kusarankan kamu ke GSP sekarang. Masih sepi banget belum ada yang jaga di depan. Aku udah berhasil masuk ke dalem GSP sekarang.”.

SMS itu cukup kubalas, “mauuuu!”. Tanpa pikir panjang langsung ke kamar mandi, cuci muka dan gosok gigi. Buru-buru pake baju yang bener, langsung berangkat ke GSP. Ya, aku berangkat tanpa mandi dulu!😀 Berhasil parkir motor di utara GSP, jalan dengan langkah secepat mungkin langsung ke pintu utama GSP yang ada di depan. Bahkan sampai di depan pintu utama itu, nafasku masih terengah-engah. Maklum, belum sedikitpun ada makanan masuk ke perutku api udah harus “sarapan” jalan cepat di GSP!

Damn! Ternyata aku tak seberuntung Aji. Di dekat pintu, sudah ada 2 orang panitia yang berjaga. Sambil meredakan nafas, duduk-duduk dulu di tangga. Ketika aku sampai di GSP, jamku menunjukkan jam 8. Ternyata ada beberapa orang yang senasib denganku, nggak kebagian tiket tapi pengen menghadiri Presidential Lecture dengan pembicara Bapak BJ Habibie.

BJ Habibie memang idolaku sejak kecil. Masih teringat jelas di ingatanku ketika duduk di bangku kelas 4 SD, pesawat asli buatan IPTN, N 250 Gatotkaca menjadi sampul buku pelajaran IPS. Di sampul tersebut, N 250 tampak begitu gagah sedang mengudara. Baru kemudian aku tahu pencipta pesawat itu adalah BJ Habibie. Sejak itulah aku benar-benar mengidolakan BJ Habibie, malahan aku sempat juga bercita-cita jadi pilot!

Dan kesempatan untuk bertemu idolaku itupun akhirnya datang juga. Senin lalu (23/5) baru kutahu kalau Pak BJ Habibie bakal dateng ke UGM di acara Presidential Lecture dalam rangka dies natalies UGM ke 62 dan dies natalis sekolah pascasarjana ke 30. Dan kesempatanku untuk ambil tiket gratisnya tinggal keesokan harinya (Selasa). Sayangnya pada jadwal pengambilan tiket hari kedua tersebut, tiket yang tersisa tinggal 100 buah. Karena pada hari pertama sudah dibagikan kalau nggak salah 1900 tiket. Antriannya sudah begitu panjang saat aku datang ke TKP pengambilan tiket di gedung pascasarjana lantai 2, bahkan aku harus mengantri sampai di lantai 4! Dan hasilnyapun nihil, tiket tak kudapat. Namun dengan semangat menggebu pengen ketemu Pak Habibie, aku bertekad bakal tetap dateng di hari H!

Ternyata keberuntungan masih berpihak padaku. Yang nggak kebagian tiket tetap diperbolehkan masuk, cukup mengisi nama, fakultas, dan tanda tangan di daftar hadir. Tapi bedanya, yang non-tiket duduknya di lantai atas alias tribun. Sebenernya bisa aja aku menyusup ke lantai bawah, orang saat itu di dalem masih benar-benar sepi. Malah aku sempat foto-foto di stage sama aji. Tapi kami memilih nonton dari atas aja, memilih view yang sekiranya cukup jelas memandang Pak Habibie nanti. Jam 8.15 kami sudah siap di posisi. Aku juga sempat nge-charge camcorderku di tempat itu.

Setelah nunggu lebih dari 1,5 jam akhirnya acara dimulai. Pak Habibie masuk ke ruangan. Sekitar jam 10 Pak Habibie sudah memulai pidatonya. Pandanganku benar-benar tertuju pada sosok yang telah belasan tahun kuidolakan. Sambil tangan kananku memainkan camcorder merekam yang diutarakan Beliau.

Dalam pidatonya yang berdurasi hampir 2 jam, begitu banyak hal yang diberikan oleh beliau. Dia tidak menggurui, tetapi memotivasi dan mencoba menyulut api semangat kami pemuda-pemudi yang hadir. Aku begitu terkesan dengan kecintaannya pada Tanah Air, serta kerja kerasnya mengembangkan teknologi pesawat terbang Tanah Air melalui IPTN (sekarang PT DI). Hingga akhirnya mampu menciptakan pesawat-pesawat ciptaan anak negeri.

Nasionalismenya memang membara. Beliau begitu bangga akan produk-produk buatan dalam negeri, terutama produk-produk industri asli Indonesia. Beliau sempat pula memutarkan video tentang industri-industri yang membanggakan tersebut, dari IPTN yang sempat menciptakan N250 dan N2130 yang pertama menggunakan teknologi fly by wire, PT PAL yang mampu menciptakan berbagai kapal besar, PT PINDAD yang mampu membuat berbagai perlengkapan perang, PT INKA yang sanggup membuat kereta api. Asal tahu saja, video itu beliau buat di tahun 1995. Terlihat jelas dari video tersebut, betapa bangganya bangsa Indonesia mampu membuat pesawat sendiri.

Beliau benar-benar menaruh harapan pada generasi muda agar bersatu padu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan daya saing bangsa. Agar Indonesia tidak hanya bisa mengimpor berbagai produk dari luar negeri yang hanya akan membuat Indonesia sebagai bangsa konsumtif. Beliau ingin agar Indonesia mampu berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri. Mampu menciptakan produk-produk yang dikenal dunia.

Salah satu ucapan beliau yang benar-benar kuingat, “Jangan mau dikelompok-kelompokkan!”. Bagiku, ucapan beliau itu benar-benar mengena dengan yang terjadi pada bangsa Indonesia saat ini. Menurutku, bangsa Indonesia saat ini begitu terkotak-kotak, bahkan hingga pejabat-pejabat yang bertanggung jawab memimpin negarapun turut terkotak-kotak. Partai politik adalah salah satu bentuk pengelompokan itu. Setiap orang dalam suatu kelompok, dapat dipastikan lebih mengutamakan kepentingan keompok ketimbang kepentingan bangsa secara keseluruhan. Itulah yang terjadi saat ini, petinggi-petinggi negeri ini semua sibuk dengan bermanuver kesana kemari untuk menyelamatkan partainya dan orang-orang yang ada di partainya. Kalau sudah begini, siapa yang bakal peduli dengan bangsa ini?

Jam 12 lebih sedikit, akhirnya acara tersebut berakhir. Memang cukup singkat, namun apa yang disampaikan Pak Habibie begitu mengena di hatiku. Semoga aku takkan mengecewakan bangsaku kelak, dan dapat mengisi kemerdekaan ini dengan sebaik-baiknya.

~ by si_kumbang on 27 May 2011.

2 Responses to “Bertemu Pak BJ Habibie”

  1. aku juga pingin banget ketemu beliau tapi gmana caranyaaa

  2. bukan hanya IQ yang tinggi,tp EQ dan SQ beliau top banget.sayang banyak org2 bernalar kerdil yang mendzalimi.semoga negeri mampu dan mau belajar banyak dari beliau.berikan ruang yang pantas untuk berkarya di negeri ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: