Gear Acquisition Syndrome (GAS), apaan sih?

Seperti kebiasaanku akhir-akhir ini, mengawali hari di pagi hari dengan buka forum JIMKUSER di web yang terkenal dengan jargonnya “the largest Indonesian community”. Nah pagi tadi dapet pengetahuan baru dari sebuah artikel tentang Gear Acquisition Syndrome (GAS) yang di-share oleh salah satu member. Isinya kayak gini:

Mungkin elo pernah dengar teman elo yang seorang Opruder/pembalap berkata “gw mo jual motor buat nambahin ngeGAS Ban KOMODO”, jadi apakah “GAS”atau Gear Acquisition Syndrome itu?

Banyak orang bertanya kok ada ya yang kecanduan belanja sampai ada yang ngaku ngaku tobat tapi masih beli barang juga? Di sisi lain ada juga orang yang merasa bingung, kenapa kok sulit sekali menahan keinginan untuk membeli spare part or onderdil buat Mobil yang sangat menantang untuk dimiliki?

Dari sisi ilmu psikologi sebenarnya banyak teori yang bisa mengulas dan menjelaskan gejala OBSESI UNTUK MEMBELI ini. Fenomena GASSER tidak hanya terjadi pada seorang Opruder saja tapi terjadi juga kepada musisi, bahkan para penggemar Photografi dan juga terjadi pada Hobi-hobi lainnya, mereka akan terus berusaha menambah koleksi peralatan kesenangan mereka.

Seorang GASSER memiliki kebutuhan untuk memuaskan kebutuhan kebutuhan tertentu dalam dirinya yang membuat dia tergerak untuk selalu memantau Forum Jual Beli di suatu Forum belanja atau di toko toko alat Spare Part online, atau nongkrong di toko Onderdil sambil mengobrol dan mengincar barang yang terkadang tidak terlalu dibutuhkan.

Pada sisi lain GASSER juga akan memburu onderdil/spare part terutama dengan Merk yang terkenal dan di appresiasi dengan baik oleh berbagai kalangan Opruder/Pembalap yang terkadang bisa menjadi suatu alat untuk Investasi yang bisa melebihi nilai Emas sekalipun.

Jadi apakah elo tergolong seorang GASSER, jika iya apa motivasi elo? Belanja dengan mengikuti selera yang tidak jelas? atau berburu Onderdil/Spare Part yang benar-benar kamu butuhkan sebagai seorang Opruder? atau benar-benar murni sebagai seorang kolektor sembari ber-Investasi? salam NGEGAS!!!

Yah namanya hobi, seolah rela mengorbankan duit sebesar apapun demi kepuasan. Baik kepuasan ketika mampu mendapatkan apa yang dimau, ataupun kepuasan ketika bisa menunjukkan sesuatu yang lebih di antara komunitasnya atau orang-orang di sekitarnya. Ini emang salah satu dari sifat manusia yang nggak pernah puas! Mungkin bagi orang-orang yang kurang paham tentang hobi tersebut bakal bergumam, “Ih buang-buang duit banget beli begituan!”. Kalo si hobiis ini boleh jawab dia bakal berkata, “Yah, namanya juga hobi. Tak ternilai harganya!”.

Kalo aku sih boleh lah ngeGAS, tapi tetep nurut azas realistis. Rasanya selalu pengen beli ini itu banyak sekali. Apalagi kalo udah diracuni majalah, obrolan di forum, kayaknya selalu ada aja yang dipengenin! Tapi untungnya duitku terbatas jadi selalu bisa ngerem keinginan-keinginan itu, dipilah mana yang sekiranya realistis mana yang cukup dijadikan mimpi di siang bolong. Dan karena duit yang terbatas itu pula, otakku jadi semakin kreatif buat mengakali sesuatu yang tak terbeli itu dan coba bikin sendiri! Meski tak selalu berhasil at least nafsu keluar duit itu tesalurkan dengan keasyikan DIY (Do It Yourself).

~ by si_kumbang on 19 April 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: