Hujan Abu Vulkanik di Jogja=Grayscale Day

Pagi-pagi waktu masih konsen bikin pulau di kasur, tau-tau ada suara dari arah pintu kamar. Saat itu jam setengah 6 pagi. Ternyata pintu kamarku ada yang berusaha mbuka dari luar, dan aku segera tau jawabannya. Oh ternyata mbakku yang ngebuka pintu kamarku, sambil buru-buru teriak, “de, cepet keluar! tuh ada hujan abu!!!”.

Dalam hatiku, wah keren juga nih! Soalnya waktu merapi meletus beberapa hari yang lalu dan berita hebohnya ada hujan abu sampai ke Gombong, kok yang di Jogja malah gak ngerasain hujan abu sama sekali. Dan aku ingat betul terakhir kali aku ngalamin hujan abu tuh waktu masih kecil banget, mungkin sekitar tahun 94 atau 95 di rumahku di Purwokerto yang kala itu juga disebabkan letusan gunung Merapi.

Biarpun mata masih berat banget, rasa penasaran bikin kedua kakiku langsung melangkah ke luar rumah. Hah, mana hujan abunya??? Mataku yang langsung mengarah ke langit ternyata gak nemuin yang kuharapkan. Oh, ternyata hujannya udah lewat to! Tapi begitu liat halaman sekitar, WOW!! Sekejap yang ada di sekitarku kayak yang ada di layar henfon jaman baheula, alias grayscale. Semua terlihat hitam-putih!

Rumput dan tanaman yang hijau, tembok pagar yang coklat, semua jadi abu-abu! Di rumput, di atas daun, di atas pagar, di jalan, di kap mobil, terlihat gumpalan abu yang cukup tebal, mungkin ada sekitar 5 mm sampai hampir 1 cm. Kondisi pada malam sebelumnya adalah hujan deras, sedangkan menurut teman-temanku hujan abu turun sekitar jam 2-an. Permukaan yang basah karena hujan, membuat abu makin lengket dan menumpuk dengan tebalnya.

Gak mau kehilangan momen, sehabis solat subuh berencana keliling Jogja buat ambil foto di sekitar Jogja. Eh kebetulan Jalu juga punya ide yang sama. Yaudah, berangkatlah aku ke tempat Jalu. Tidak lupa kamera dan masker.

Baru keluar rumah aja langsung disuguhi “keunikan-keunikan”. Semuanya serba grayscale! Sebenernya sih pagi itu masih ada hujan abu tapi dikiiiiit banget.

Sepanjang Jalan Monjali, jalanan jadi full abu-abu dan bener-bener berdebu. Jarak pandang kala itu paling-paling cuma 15-20 meter, hal ini karena udara dan abu di jalanan masih lembab karena hujan. Di jalan Pandega Martha, gak beda jauh. Semua kendaraan terlihat labih hati-hati dan menyalakan lampunya agar lebih mudah terlihat.

Begitu nyampe tempat Jalu, kok motor yang kubawa mogok, gak mau distart. Walau udah berkali-kali dislah tetep gak nyala, wah kayaknya karbunya kotor nih gara-gara abu di sepanjang jalan tadi. yaudahlah, kita boncengan pake motornya Jalu aja.

Keluar lewat perempatan ringroad-Jakal, rasanya bener-bener berbeda dari biasanya. Jalanan aspal dipenuhi abu, gak item lagi warnanya tapi abu-abu. Dan debunya bener-bener ganas! Di perempatan terlihat ada pembagian masker gratis oleh relawan dan Polisi.

Masuk ke arah jakal selatan, sama aja. berdebu dan abu benar-benar tebel. Mobil-mobil yang semalaman diparkir di pinggir jalan tanpa penutup dipastikan akan bermandikan abu super tebal. Disini jarak pandang juga masih sangat terbatas.

Langsung menuju ke GSP. Sama aja, tetap bernuansa film hitam-putih. Dan debunya lagi-lagi benar-benar gila terutama kalo ada kendaraan yang lewat, langsung aja tuh betebaran kemana-mana. Ternyata banyak juga orang yang berkeliling sambil foto-foto, ya namanya juga momen langka.

Lanjut ke jembatan kali code. Jalanan disini udah padat. Baru inget kalo hari itu (sabtu) anak-anak sekolah kan masih pada masuk ya… Ngeliat ke arah pemukiman di sepanjang kali code, keliatan kalo atap-atap rumah mereka berubah semuanya jadi abu-abu. Jalanan yang ramai makin menyempurnakan abu yang bertebaran. Semua orang di jalanan pake masker, ya paling gak memakai sesuatu buat nutupin hidung mereka lah. Oh ya, di beberapa perempatan ada kok orang-orang yang bagi-bagiin masker, walaupun ada juga yang jualan di lampu merah.

Dilanjut ke icon Jogja, tugu. Karena saat itu adalah jam pada berangkat sekolah dan kerja, tentunya rame banget! Dan masih berdebu tentunya. Di tugu cuma sempet ambil beberapa foto sebagai bukti “grayscale day”. Dari tugu mengarah ke jalan AM Sangaji dan Jalan Monjali. Waduh, ternyata seiring makin siangnya waktu, makin ramainya kendaraan yang lalau lalang, makin heboh juga debu dari abu vulkanik yang berkeliaran. Malah saat aku kembali dari tempat Jalu sekitar jam 9, di Jalan Monjali ada yang jarak pandang cuma 3 meteran atau cuma sepanjang 1 mobil Carry. Bener-bener bahaya, baik bagi lalu lintas atau bagi kesehatan.

Namun ada beberapa warga yang berinisiatif menyiram jalanana berdebu dengan air untuk mengurangi debu, dan ternyata cara ini sangat efektif.

Saat makin siang itu juga, jalan kaliurang juga ikut-ikutan makin berdebu. Namun yang unik, keadaan sangat berbeda dengan yang ada di Jalan Gejayan atau Affandi. DI jalan ini hanya ada abu tipis-tipis dan gak nyampe mengganggu jarak pandang sama sekali. Jalananpun masih berwarna hitam layaknya aspal. Ternyata menurut pengamatanku, yang terparah hanya ada di Jalan Kaliurang, Jalan Monjali-AM Sangaji, dan Jalan Magelang.

Untungnya pemerintah kota terlihat peduli dengan mengerahkan truk-truk tangki airnya untuk menyirami jalanan-jalanan tersebut untuk meredam bertebarannya debu. Dan saat semakin sore, Alhamdulillah hujan mengguyur Jogja dengan cukup deras, sangat membantu dalam membersihkan abu yang begitu jahatnya bagi kesehatan maupun kebersihan.

Namun penderitaan belum berakhir. Karena masih ada PR cukup berat yaitu bersih-bersih rumah dari timbunan lemak, eh timbunan abu. Dan tampaknya untuk beberapa waktu ke depan kualitas udara masih akan buruk, soalnya abu/debu yang tersisa masih akan berkeliaran di sekitar kita. So mesti siap-siap masker nih buat mengantisipasi sesak nafas atau bahaya yang lebih parah lagi.


~ by si_kumbang on 31 October 2010.

2 Responses to “Hujan Abu Vulkanik di Jogja=Grayscale Day”

  1. eh mas itu hasil foto2mu bneran ??
    yang paling atas, yang ada tulisan “hujan abu”, itu kereeennnn, bagussss. hehe maap ya norak.

  2. ini pasti chaktii nih??

    iyaaa itu foto aku sendiri yg ambil, walau korbannya kamera langsung rusak!hahaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: