telepon di siang itu…

Rabu siang kemarin, sekitar pukul 14.29 saat lagi asyik-asyiknya ngutak-atik kerajinan tangan LED tiba-tiba Hpku bunyi. Tampak di layar HP nomor asing berangka depan +6221 alias 021 alias telepon kode area Jakarta. Langsung kuangkat, perkiraanku dari seorang temen yang baru aja SMS tanya jadwal pesawat dari Jakarta ke Jogja , ternyata bukan. Berikut percakapan di telepon itu:

A (aku)   : Halo…

P(penelpon): selamat siang (wuih,suara cewek!), bisa bicara dengan bapak Fikri? (langsung berfantasi kayak apa tampangku ketika semua orang sudah memanggilku dengan sebutan “Pak”)

A             : ya, saya sendiri.

P             : Begini bapak, kami dari PT Samsung Indonesia. Berkaitan dengan monitor Samsung milik bapak yang beberapa waktu lalu diservis. (teringat LCD monitor Samsung 19” yang pernah kuservis, padahal itu bukan punyaku, hihihi)

A             : oh iya betul pernah servis monitor.

P             : Kami sedang mengadakan survey, kalau tidak keberatan kami akan menanyakan beberapa pertanyaan.

A             : Oh ya, boleh saja.

P             : Begini bapak, sampai saat ini apakah monitor tersebut masih baik-baik saja atau ada masalah?

A             : Syukur sampai sekarang masih baik-baik saja.

P             : Apakah selama servis dikenakan biaya dalam bentuk apapun atau sama sekali gratis karena masih masa garansi?

A             : Oh itu gratis , soalnya masih masa garansi.

P             : Kemudian, berapa lama waktu servis?

A             : Kemarin itu kalau tidak salah 5 atau 6 hari. (padahal kayaknya kurang dari itu, soalnya waktu kuambil di hari ke-6, monitor itu udah dibungkus rapi di dus, jadi kayaknya udah rampung kurang dari itu)

P             : Oke sekian saja bapak, jika nanti ada masalah lagi dengan produk Samsung tersebut silahkan hubungi kembali Service Center Samsung terdekat. Terimakasih atas waktunya, maaf mengganggu.

A             : oh ya, sama-sama.

Cukup terkesan juga dengan pelayanan dari Samsung Indonesia. Perhatian dan jelas terlihat mengutamakan kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan bukan hanya dari teknologi atau kecanggihan fitur dari produk elektronik yang dijualnya. Namun juga pada pelayanan yang diberikan terutama pada divisi servis.

LCD monitor yang kuservis itu mengalami gangguan pada panelnya dimana muncul garis kuning. Langsung kubawa ke authorized service Samsung Yogyakarta di barat tugu. Kebetulan kartu garansinya udah gak ada, dan hanya diminta menunjukkan nota pembelian.

Tanpa banyak cincong monitor langsung diterima dan diberikan tanda terima, dibilang kalo mau ngecek silahkan telepon. Di hari ke-6, aku berniat ngecek monitor itu. Males ah pake telpon-telponan, langsung samperin aja orang deket inih dari rumah ataupun kampus.

Menunjukkan bukti tanda terima, tak beberapa lama aku dipanggil ke ruang servis dan disuruh ngecek. Waduh, jangan-jangan kenapa lagi nih, apa gak bisa dibenerin! Eh ternyata monitor udah nyala normal! Katanya panelnya full diganti. Wah, sama aja punya monitor baru nih, hehehe.

Diminta tanda tangan lagi, dan resmi monitorku rampung diservis. Tanpa biaya apapun! Wah puas juga nih berbisnis dengan perusahaan ini. Sampai kagum aku dengan pelayanannya. Eh setelah 1 minggu berlalu, Samsung tak begitu saja lepas tangan, masih ditelepon juga sama mbak-mbak Samsungnya.

Dengan cara menelpon langsung ke konsumen, ini salah satu cara juga agar Samsung pusat di Jakarta dapat mengontrol tingkat kepuasan pelanggannya di daerah. Jangan sampai pelanggan yang di daerah terabaikan pelayanannya.

Memang begitulah seharusnya perusahaan yang berorientasi pada uang dan keuntungan, harus menjadikan pelanggan adalah raja. Gak ada istilahnya pelanggan dicuekin saat terjadi masalah pada produk yang dijualnya.

Aku jadi teringat ketika beberapa bulan lalu sempat dikecewakan oleh salah satu operator selular yang udah cukup berumur berinisial “I”. Cuma mau nuker SIM card yang rusak (padahal rusaknya juga bukan salahku!) pake nunggu waktu hampir 2 bulan!!! Padahal dijanjiin maksimal 2 minggu. Sampai sempat aku marah-marah ke CSnya 2 kali sampai gebrak meja segala gara-gara jawaban yang diberikan gak solutif dan terkesan acuh. Bahkan saat kartu udah jadipun, masih aja bikin emosi. Saat datang untuk ngecek, ternyata SIM Cardku udah jadi! Saat ditanya kapan jadinya, katanya udah 1 mingguan. What??? Udah 1 minggu tapi gak kasih kabar sama sekali kalo SIM cardku udah jadi? Padahal sebelumnya DIJANJIIN bakal di SMS ke nomerku yang lain kalau SIM cardku udah jadi. Seketika itu emosiku kembali memuncak, tanpa basa-basi di hadapan orang-orang disitu kumarah-marahi si mas-mas sok innocence itu.

~ by si_kumbang on 27 May 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: