Tentang Waktu

Tepat 4 tahun lalu, aku sedang keras-kerasnya berfikir tentang masa depanku di jenjang kuliah. Entah apa aku bisa mewujudkan cita-citaku kuliah di UGM, jurusan apa yang akan aku pilih saat UM UGM, atau bagaimana strategi belajar untuk menembus UM atau SPMB.

Dan masa depan yang dulu kupikirkan itu kini sedang kujalani. Masa depan yang beberapa waktu lagi akan disebut masa lalu.  Lalu dimanakah masa depan yang sesunggunya? Atau masa depan itu memang tak ada, yang ada hanya calon masa lalu?

Yaa.. 4 tahun jika diurai menjadi hari, yaitu 365 x 4= 1460 hari, bukan hal yang sebentar. Tapi itulah waktu. Dia terus berjalan, cepat, fokus, tegas, tanpa dapat kita elak sedikitpun. Yang dapat kita lakukan hanya bersiap menghadapi calon masa lalu itu.

Jika kulihat lebih jauh lagi ke belakang, 5, 10, atau 15 tahun yang lalu terasa cepat. 5 tahun lalu aku masih kelas 2 SMA. 10 tahun lalu aku masih belajar dengan sungguh-sungguh menghadapi Ebtanas kelas 6 SD, 15 tahun lalu aku masih belajar membaca dan ingusan di kelas 1 SD.

Waawww, sungguh bukan waktu yang singkat. Namun jika kuingat saat masih duduk di kelas 1 SD, sama sekali belum terpikirkan masa depanku sebagai mahasiswa yang harus mulai berfikir tentang Tugas Akhir dan Kerja Praktek, lulus dengan IPK memuaskan, kemudian kerja dengan gaji secukupnya (cukup buat beli rumah mewah, cukup buat beli mobil Jerman gress, cukup buat berlibur keliling dunia tiap tahun, hehehe). Yang kutau saat itu, ayah dan ibuku masih cukup muda, masalah dalam hidupku cuma PR bahasa jawa dan apakah ibuku akan datang menjemputku saat pulang sekolah.

Tapi tanpa terasa masa yang tak pernah kupikirkan itu tibalah juga, dan itulah yang ada di hadapanku kini. Sebagai mahasiswa semester lanjut (karna gak rela dibilang semester tua) aku harus segera berfikir tentang Tugas akhir dan Kerja Praktek, apakah aku akan lulus lebih cepat dari masa pensiun ayahku, bagaimana kehidupanku setelah lulus nanti, dimanakah aku akan tinggal nanti bersama keluarga baruku, keadaan kedua orang tuaku yang berjalan menua, malah hari ini aku dapat kabar kakakku yang 15 tahun lalu selalu menemaniku bermain di sawah atau mandi di sungai kini sudah resmi bekerja di sebuah bank.

Entah apa aku harus menyalahkan sang waktu yang berjalan begitu cepat tanpa mau menolerir apapun juga. Ataukah aku yang kurang menghargai berjalannya waktu? Mungkin jawaban kedua yang lebih tepat bagi diriku…

Mulai sekarang aku akan berusaha untuk takkan menyia-nyiakan tiap detik waktu yang berjalan. Agar aku tak menyesali masa depanku di waktu nanti. Karena masa depan itu ditentukan oleh masa kini. Dan seperti kubilang di atas, masa depan akan menjadi bagian masa lalu di waktu berikutnya.

Mari kita selalu berusaha menghargai waktu kawan… Dia takkan mau menunggu ketertinggalan kita! “You may delay, but time will not.” gitu kata Benjamin Franklin.

~ by si_kumbang on 23 January 2010.

3 Responses to “Tentang Waktu”

  1. yup..
    paling suka sama dua paragraf terakhir..
    emang bener banget..
    orang2 yang sukses adalah orang2 yang menghargai waktu..
    mulai aja dari hal-hal kecil..
    misalnya gak suka ngaret kalo janjian..wkwkkwk…

    sip sip..
    jangan cuma jadi tulisan doang,,
    lanjutkan,fik!

  2. nah lo nah lo nah lo

    makanya semester depan mesti 3,25 trcapai..
    si totok aja ngejar 3 loh, tp dia mau lanjut ke Magister

  3. waktu emg terlalu cepat berlalau…

    eh fik.. blog ku ganti jadi http://tuanhendro.blog.com
    tlg edit juga yg di blogrollmu ya.. thx u

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: