Share: Motivasi Diri untuk Wujudkan Inspirasi

Beberapa waktu yang lalu aku mendapat wejangan bagus dari seorang dosen di sela-sela kuliah yang memang super berat materinya. Dia memang sering menyelipkan masukan-masukan positif di kala mengajar. Apa sih yang diomongin beliau kala itu?

Yang diomongin sih hal yang simple, yaitu tentang melakukan hal kita suka. Setiap orang tentu memiliki bakat dan kemampuan diri yang berbeda-beda. Sekalipun di suatu bidang studi, tak semua orang disitu memiliki bakat dan kemampuan yang seragam, bahkan terkadang memiliki bakat di hal yang sangat amat “melenceng”.

Namun kadang kita tak pernah menanggapi serius kesukaan kita itu, meskipun inspirasi itu sering muncul namun kadang otak kita yang memaksa menenggelamkannya hanya karena suatu hal. Jadi kalo memang memiliki inspirasi yang kita sukai kenapa tidak kita wujudkan saja?

-Lakukan hanya segala yang kita sukai (biasanya berasal dari hobi),

-karena kita menyukai hal itu maka kita akan termotivasi untuk lebih mendalaminya,

-karena termotivasi maka kita akan benar-benar menguasai,

-dengan menguasai maka akan mengantarkan kita ke arah sukses,

-sukses berarti akan menghasilkan.

Seorang teman ada yang memiliki hobi dan kesukaan di bidang fotografi. Karena menyukai bidang ini, dia benar-benar termotivasi untuk mencari tahu segala tentang bidang ini. Bermodal motivasi dan semangat kuat dia sanggup menguasai lebih dalam berbagai teknik dalam fotografi. Dengan menguasai dunia fotografi dia sukses memiliki skill yang mumpuni, tentunya hal ini bisa menghasilkan bagi dirinya.

Contoh lain bila kamu menyukai renang gaya bebas. Lakukanlah renang gaya bebas yang kamu sukai itu, sehingga kamu akan termotivasi untuk benar-benar menguasai berbagai hal dari renang gaya bebas. Motivasi akan mendorongmu menguasai berbagai teknik gaya bebas, mau gaya bebas dengan tangan dan kaki kanan saja, gaya bebas hanya dengan 1 tangan saja, atau gaya bebas dengan kaki di depan. Dengan benar-benar menguasai gaya bebas, pasti kamu mau gak mau mulai mengenal renang gaya lain dan termotivasi untuk mempelajarinya meskipun gaya andalanmua tetap gaya bebas. Dengan sukses memiliki skill mumpuni ini kamu sudah mempunyai modal untuk mengikuti kompetisi renang, bisa juga ikut olimpiade atau sekedar mengajar renang anak-anak atau orang tua juga boleh. Tentunya kesuksesan ini membuatmu memiliki penghasilan.

Seperti yang sedang aku jalani kini, berdasarkan kegemaran dan hobiku pada dunia modifikasi otomotif terutama motor maka aku mulai belajar pembuatan bodi motor dari fiberglass. Karena ini adalah hal yang benar-benar kusukai, aku rela menghabiskan banyak waktu mencari referensi di berbagai website dan majalah atau buku sampai bertanya-tanya pada ahli fiberglass di forum serta menyimak video-video tutorialnya, sampai modal ilmuku dirasa cukup. Hingga saat ada waktu cukup luang kumulai praktek belajarnya. Sambil jalan masih tetap kupelajari berbagai hal tentang dunia fiber. Juga ketika aku memilki cukup uang, sedikit demi sedikit kubeli berbagai peralatan perbengkelan dari kunci-kunci dongkrak gerinda dll, malah ada juga rencana beli bor dan kompresor buat belajar ngecat,hehe. Dari berbagai trial and error sedikit demi sedikit mulai menguasai fiberglass walaupun ilmu inipun masih jauh dari skill yang dimiliki para modifikator mobil atau motor. Sampai saat ini aku masih sampai tahap mencoba untuk menguasai. Biar hasil yang kubikin sangat jauh dari sempurna, tapi bila dilihat dari usaha dan kesenangan yang kudapet saat mambuatnya, bener-bener puas dan itu cuma bisa aku yang merasakan.

Memang inspirasi untuk mengembangkan apa yang kita inginkan itu bisa datang kapanpun dan dari manapun. Masalah biasanya bukan dari apa inspirasi tersebut atau masalah teknis tertentu. Tetapi masalah terbesar datang dari diri kita sendiri. Bagaimana kita meyakinkan dan memotivasi pikiran kita untuk mau melangkah tegap ke depan, atau hanya berani istirahat di tempat.

Kayak yang aku alami, sempat berfikir untuk mengabaikan dan memendam dalam-dalam kegemaranku ini, alasannya simpel yaitu gak nyambung dengan kuliahku prodi Elins (elektronika dan instrumentasi,red). Tapi apa karena hobi ini jauh dari dunia studiku lalu harus kuhapus dari daftar menu hidupku? Tapi akhirnya aku sanggup memotivasi diriku sendiri untuk mengembangkan hobiku.

Mengikuti berbagai acara motivasi yang berharga tak murah atau nonton motivator bicara di TV takkan pernah berhasil membuat kita termotivasi jika diri kita sendiri tak mampu menyugesti pikiran kita tuk berani menggoyangkan kaki melangkah ke depan. Jadi keputusan ada di sirimu, mau untuk mengikuti kata hatimu?

So, jangan pernah sepelekan suatu inspirasi…

~ by si_kumbang on 16 December 2009.

 
%d bloggers like this: