langkah resmi meninggalkan kampus biru

gerbang ugm“KKN”, sekitar 11 tahun yang lalu pertama kalinya kudengar istilah itu. Saat seseorang yang tinggal di rumahku saat keluargaku masih merantau di kota nan jauh Kupang, NTT mengucapkannya. Meski Fikri kecil nan cupu dan masih ingusan penasaran apa bedanya KKN ini dengan KKN yang kependekan dari Korupsi Kolusi Nepotisme, namun dia tak peduli lebih lanjut apa itu KKN versi Kuliah Kerja Nyata. Toh dia masih berumur kelas 5 SD, tak penting untuknya.

Tapi setelah 11 tahun berlalu, tepatnya sekarang, akhirnya aku mengalaminya. Dari mencari tahu tentang KKN, apa aja program KKN yang ada di UGM, apa aja prasyaratnya, kapan waktu yang tepat buat KKN, sampe mencari ide untuk tema dan mengumpulkan kelompok.

Proses menuju KKN pun dimulai sejak awal semester ini, sekitar Februari walaupun KKN baru mulai bulan Juli. Tapi kita KKN gak cuma asal ndaftar doank, tapi harus bikin program yang bener-bener tepat sasaran dan berguna untuk peningkatan kualitas masyarakat yang kita datangi. Berbagai hal udah dilalui, dari jatuh bangunnya memperjuangkan proposal KKN kami sampai gonta-ganti personil.

ribuan biji manusia berkumpul...

ribuan biji manusia berkumpul...

Waktu akhirnya mempertemukanku dengan KKN yang sesungguhnya. Pagi ini (01/06), resmi dimulainya KKN PPM (Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat) dengan dilakukannya upacara pelepasan di halaman Balairung sayap utara gedung Rektorat.

Sekitar 4000 mahasiswa UGM memenuhi halaman Balairung. Takjub, ternyata banyak juga mahasiswa UGM yang rata-rata angkatan 2006. Tapi jujur, dalam hati aku merasa sedih. Aku merasa seakan-akan kami bakal benar-benar terpisah, padahal cuma 2 bulan. Tapi diluar itu KKN adalah salah satu “ritual wajib” untuk lulus dari UGM, selain TA atau skripsi tentunya.

Ya.. dengan mulainya KKN ini berarti secara resmi aku mulai meninggalkan studi di UGM. Padahal di seberang jalan kaliurang, kampus MIPA utara (ada juga di fakultas lain) lagi ada sekumpulan anak yang baru lulus SMA berjuang ngerjain ujian SNMPTN, persis seperti aku 3 tahun lalu saat berjuang menembus UGM melalui SPMB (nama jadul SNMPTN). Seolah ada 2 generasi, yang 1 akan mencoba menggeser generasi satunya di bangku studi UGM.

Tentunya aku ada di generasi yang akan tergeser donk. Tanpa terasa 3 taun udah terlewati menjadi mahasiswa UGM. Aku tau hal yang terjahat dalam kehidupan pada akhirnya mengucap syairnya, ya waktu akhirnya mempertemukanku dengan takdirku di tahun ke 3 di perantauan.

Akhir April lalu aku posting tentang passing grade UGM, setelah kupikir-pikir kok aku bakal jadi angkatan tertua (tingkat 4) ya… Adikku bakal ada 3 generasi, anak 2007, 2008, dan 2009. Oh GOD!!! Aku harus udah berpikir gimana caranya keluar dari universitas tertua ini, jangan sampe aku kelamaan dan mengakar disini. Masih banyak PR yang harus kukerjakan sampai akhirnya aku benar-benar siap angkat kaki dari kampus biru. Mulai mencari ilmu sebanyak-banyaknya gak kayak selama ini yang gak ngerti apa-apa mulai dari kursus dan ikutan lomba-lomba inovasi, menaikkan IPK hingga satu angka terdepan menyentuh sesuatu angka tentunya dengan mengulang makul-makul yang dapet nilai D dan beberapa yang C (kalo yang ini gara-gara gak ada SP mesti nunggu 1 tahun buat ngulang… anjrit lo fakultas2 di UGM yang ngadain SP!!), gak menutup juga kemungkinan mengembangkan diri di bidang lain. Yang jelas aku gak mau lulus hanya dengan modal ijazah S1 tapi kalo diajak ngobrol orang ketauan gak ada isinya (banyak nih yang kayak gini…), harus punya sesuatu yang dapat aku jual (tentunya bukan jual diri ke tante-tante loh!).

Yang jelas yang kurasain saat ini masih cukup terpukul saat menyadari nanti satu persatu teman-temanku seperjuangan bakal berguguran meninggalkan UGM, meninggalkan Jogja untuk mengejar kisah hidupnya. Aku tau kawan, itu masih beberapa bulan ke depan atau bahkan lebih dari 1 tahun lagi. Mari memaksimalkan waktu yang tersisa, mari kita bersama membangun diri dan bangsa kita di kampus biru sebelum akhirnya sebuah kalimat tersematkan titik.

Semangat jalani KKN!!! Kalo dipikir emang KKN tuh bikin ribet en kesel, makanya jangan dipikir! Tapi dijalani dengan penuh senyuman…

~ by si_kumbang on 1 July 2009.

2 Responses to “langkah resmi meninggalkan kampus biru”

  1. i fell lucky and funny..just it..nice posting guys
    KKN like as holiday with new family and have to standing alone.

  2. sorry, numpang nanya. kira2 peminat fkg ugm sebanyak apa ya kalo dibandingin dengan fk dan ilmu gizi? terus kalo ilmu gizi tuh nulis di jurusan pilihanya apa ya?(tetep tulis fk ilmu gizi atau gizi kesehatan saja) bales ke email aja ya. thank you.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: