<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>My Freak World,,</title>
	<atom:link href="http://kumbangjantan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kumbangjantan.wordpress.com</link>
	<description>sekelumit kehidupan seonggok manusia yang mendambakan manisnya madu kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jan 2012 07:25:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kumbangjantan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>My Freak World,,</title>
		<link>http://kumbangjantan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kumbangjantan.wordpress.com/osd.xml" title="My Freak World,," />
	<atom:link rel='hub' href='http://kumbangjantan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Jangan Biarkan Kekhawatiran Mengintimindasi</title>
		<link>http://kumbangjantan.wordpress.com/2011/07/30/jangan-biarkan-kekhawatiran-mengintimindasi/</link>
		<comments>http://kumbangjantan.wordpress.com/2011/07/30/jangan-biarkan-kekhawatiran-mengintimindasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jul 2011 18:54:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>si_kumbang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keseharian]]></category>
		<category><![CDATA[Keseharianku]]></category>
		<category><![CDATA[Ngasal Nulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://kumbangjantan.wordpress.com/2011/07/30/jangan-biarkan-kekhawatiran-mengintimindasi/</guid>
		<description><![CDATA[Ya,mari kita menggalau lagi. Tentunya masih based on my true story. Sering banget aku merasakan kekhawatiran yang berlebihan saat akan mengambil suatu keputusan. Khawatir hasilnya buruk, khawatir dicela orang lain, atau kekhawatiran-kekhawatiran lainnya. Biasanya perasaan itu muncul setelah melihat hasil yang dilakukan orang lain. Bila orang lain menghasilkan sesuatu yang tidak terlalu sempurna, rasanya aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kumbangjantan.wordpress.com&amp;blog=6016701&amp;post=708&amp;subd=kumbangjantan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ya,mari kita menggalau lagi. Tentunya masih based on my true story.<br />
Sering banget aku merasakan kekhawatiran yang berlebihan saat akan mengambil suatu keputusan. Khawatir hasilnya buruk, khawatir dicela orang lain, atau kekhawatiran-kekhawatiran lainnya. Biasanya perasaan itu muncul setelah melihat hasil yang dilakukan orang lain. Bila orang lain menghasilkan sesuatu yang tidak terlalu sempurna, rasanya aku pengen banget menghasilkan sesuatu yang lebih sempurna dari dia. Pikiran rasanya dihantui kekhawatiran-kekhawatiran akan mendapatkan hasil yang lebih buruk dari yang kuharapkan.<br />
Hasilnya, pikiran tenaga dan waktu kukorbankan untuk mendapatkan hasil sempurna itu. Segalanya benar-benar dipikirkan untuk menghasilkan &#8220;celah&#8221; seminimal mungkin. Segala macam pemikiran dan argumen muncul memenuhi isi kepala.<br />
Sayangnya kekhawatiran-kekhawatiran itu kadang justru begitu mengintimindasi diriku sendiri. Terlalu asyik dengan argumen-argumen dan segala teori untuk membuatnya &#8220;sempurna&#8221;. Bukan hasil sesuai dambaan yang kudapat, namun waktu yang banyak terbuang dan otak yang &#8220;overload&#8221;. Hasilnya? Terkadang justru aku tak mendapatkan apa-apa. Kesempatan pergi begitu saja sebelum aku sempat melakukan &#8220;action&#8221;.<br />
Padahal apa yang terjadi pada orang lain belum tentu akan terjadi pada kita. Misal ketika seorang dosen mencela tugas yang dibuat seorang teman padahal tugas yang dia buat sama persis dengan kita namun belum tentu sang dosen juga akan mencela tugas milik kita. Begitu banyak faktor yang dapat mempengaruhinya, dan tentu saja salah satu adalah kuasa Tuhan. Jadi lakukan saja yang terbaik yang kita bisa, jangan sampai terkurung dalam kekhawatiran, sisanya biar Tuhan yang menentukan.<br />
Kehawatiran sebenarnya perlu juga, sebagai pemacu untuk bertindak lebih baik. Namun jangan biarkan dia mengintimindasi dan membuat kita takut melangkah. Toh masih ada Allah yang maha berkehendak dan selalu punya rencana untuk kita. So, stop berargumen dan action!</p>
<br />Filed under: <a href='http://kumbangjantan.wordpress.com/category/keseharian/'>Keseharian</a>, <a href='http://kumbangjantan.wordpress.com/category/keseharianku/'>Keseharianku</a>, <a href='http://kumbangjantan.wordpress.com/category/ngasal-nulis/'>Ngasal Nulis</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kumbangjantan.wordpress.com/708/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kumbangjantan.wordpress.com/708/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kumbangjantan.wordpress.com/708/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kumbangjantan.wordpress.com/708/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kumbangjantan.wordpress.com/708/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kumbangjantan.wordpress.com/708/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kumbangjantan.wordpress.com/708/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kumbangjantan.wordpress.com/708/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kumbangjantan.wordpress.com/708/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kumbangjantan.wordpress.com/708/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kumbangjantan.wordpress.com/708/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kumbangjantan.wordpress.com/708/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kumbangjantan.wordpress.com/708/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kumbangjantan.wordpress.com/708/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kumbangjantan.wordpress.com&amp;blog=6016701&amp;post=708&amp;subd=kumbangjantan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kumbangjantan.wordpress.com/2011/07/30/jangan-biarkan-kekhawatiran-mengintimindasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a0a2bcd450c453b9e75bfefbe1695ae?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Si Fikry</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Semua Terjadi Pasti Ada Alasannya</title>
		<link>http://kumbangjantan.wordpress.com/2011/07/24/semua-terjadi-pasti-ada-alasannya/</link>
		<comments>http://kumbangjantan.wordpress.com/2011/07/24/semua-terjadi-pasti-ada-alasannya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jul 2011 01:27:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>si_kumbang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngasal Nulis]]></category>
		<category><![CDATA[just saying]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://kumbangjantan.wordpress.com/2011/07/24/semua-terjadi-pasti-ada-alasannya/</guid>
		<description><![CDATA[Setahun yang lalu seseorang berkata padaku, Tuhan pasti punya alasan dibalik setiap hal yang terjadi pada makhluk-Nya. Dan semalam kudengar lagi kalimat yang sama dari seorang sahabat. Kesalahan manusia adalah jarang bisa memahami setiap alasan tersebut, namun lebih memilih untuk menyesal. Bila kita cermat, kita pasti bisa mengambil hikmah atau pelajaran dari setiap kejadian yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kumbangjantan.wordpress.com&amp;blog=6016701&amp;post=707&amp;subd=kumbangjantan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setahun yang lalu seseorang berkata padaku, Tuhan pasti punya alasan dibalik setiap hal yang terjadi pada makhluk-Nya. Dan semalam kudengar lagi kalimat yang sama dari seorang sahabat.<br />
Kesalahan manusia adalah jarang bisa memahami setiap alasan tersebut, namun lebih memilih untuk menyesal. Bila kita cermat, kita pasti bisa mengambil hikmah atau pelajaran dari setiap kejadian yang dialami baik itu kejadian baik maupun buruk.<br />
Tuhan takkan menakdirkan sesuatu begitu saja, pasti Dia punya alasan dibaliknya. Tugas manusialah mengubah alasan tersebut menjadi sebuah pelajaran. Tuhanpun memiliki alasan yang berbeda-beda untuk setiap umat-Nya.</p>
<br />Filed under: <a href='http://kumbangjantan.wordpress.com/category/ngasal-nulis/'>Ngasal Nulis</a> Tagged: <a href='http://kumbangjantan.wordpress.com/tag/just-saying/'>just saying</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kumbangjantan.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kumbangjantan.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kumbangjantan.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kumbangjantan.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kumbangjantan.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kumbangjantan.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kumbangjantan.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kumbangjantan.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kumbangjantan.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kumbangjantan.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kumbangjantan.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kumbangjantan.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kumbangjantan.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kumbangjantan.wordpress.com/707/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kumbangjantan.wordpress.com&amp;blog=6016701&amp;post=707&amp;subd=kumbangjantan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kumbangjantan.wordpress.com/2011/07/24/semua-terjadi-pasti-ada-alasannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a0a2bcd450c453b9e75bfefbe1695ae?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Si Fikry</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kuliah Itu&#8230;</title>
		<link>http://kumbangjantan.wordpress.com/2011/07/20/kuliah-itu/</link>
		<comments>http://kumbangjantan.wordpress.com/2011/07/20/kuliah-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jul 2011 05:01:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>si_kumbang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keseharian]]></category>
		<category><![CDATA[kampus]]></category>
		<category><![CDATA[kost]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[merantau]]></category>
		<category><![CDATA[ngekost]]></category>
		<category><![CDATA[ugm]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kumbangjantan.wordpress.com/?p=701</guid>
		<description><![CDATA[Rasanya beberapa waktu terakhir blog ini lebih banyak diisi postingan gak penting atau bisa dibilang postingan &#8220;sampah&#8221;. Maklum, tekanan hidup lagi gak santai nih akhir-akhir ini. Nah posting kali ini coba nulis yang santai-santai aja deh, meskipun kurang penting juga kalo dipikir-pikir, tapi siapa juga yang mau capek-capek mikir coba?! Bener banget kalo hingga detik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kumbangjantan.wordpress.com&amp;blog=6016701&amp;post=701&amp;subd=kumbangjantan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kumbangjantan.files.wordpress.com/2011/07/lecture.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-703" title="lecture" src="http://kumbangjantan.files.wordpress.com/2011/07/lecture.gif?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Rasanya beberapa waktu terakhir blog ini lebih banyak diisi postingan gak penting atau bisa dibilang postingan &#8220;sampah&#8221;. Maklum, tekanan hidup lagi gak santai nih akhir-akhir ini. Nah posting kali ini coba nulis yang santai-santai aja deh, meskipun kurang penting juga kalo dipikir-pikir, tapi siapa juga yang mau capek-capek mikir coba?! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bener banget kalo hingga detik ini status mahasiswa masih kusandang. Bahkan saat 3 bulan lalu ke kantor kecamatan buat perpanjang KTP, terpaksa juga memperpanjang status pekerjaan yang tertulis di KTP dengan titel &#8220;pelajar/mahasiswa&#8221;. Padahal kalo liat temen-temen seumuran udah pada sibuk dengan pekerjaan atau bahkan sibuk dengan istri/suami dan anak-anaknya.</p>
<p>Tapi sudahlah, aku sadar jalannya beda-beda. Setidaknya masih ada sisi beruntungnya juga, aku masih bisa bebas ke kampus kapanpun aku mau dan menikmati Jogja sepuasnya, padahal temen-temen yang udah lulus dan hengkang dari Jogja sepertinya begitu merindukan masa-masa kuliah dan tinggal di Jogja. Dan aku jelas lebih beruntung karena masih bisa menikmatinya.</p>
<p>Ngomong soal kuliah, begitu banyak hal yang menjadi ciri khas dan dan kewajiban bagi manusia yang menjalaninya. Apa aja tuh? Yuk ah<span id="more-701"></span> coba kita kupas lebih mendalam berdasarkan pengalamanku sendiri.</p>
<p>Kuliah semester awal, kalo ada jadwal kuliah jam 7 pagi, bisa dipastikan sebelum jam 7 udah ada di kelas. Maklum, kebiasaan di SMA sekolah jam 7 sih. Tapi masuk semester 3 dan seterusnya, waktu tidur mulai nggak teratur, begadang jadi kebiasaan. aku hampir nggak pernah menganggap ada kuliah jam 7.  Minimal baru mau berangkat kuliah yang jam 9 deh. Kalaupun aku berangkat kuliah jam 7 dipastikan dateng telat, ya paling cepet nyampe kelas jam 7.30 lah. Nggak jarang juga baru nyampe kelas jam 8.30! Parah emang.</p>
<p>Tapi agak realistis juga, soalnya dosen juga kebanyakan baru dateng di atas jam 7.15, jadi telat 15-30 menit masih wajar lah. Tapi pernah juga ada dosen yang menerapkan peraturan, masuk kelas maksimal 7.10. Mau gak mau lah nyampe kampus jam 7! Parahnya kalo telat bangun, bisa ke kampus tanpa mandi tuh (sering juga). Hehe</p>
<p>Nggak cuma tak menganggap keberadaan kuliah jam 7. Namanya dateng kuliah nyaris selalu telat, malah sering juga nyampe kelas di 15 menit terakhir. Menurutku itu masih mending lah daripada bolos terus titip absen. Abisnya banyak dosen yang kurang tegas kalo mahasiswa telat. Soal titip absen saat bolos, tak mutlak bagiku. Kalo lagi bolos dan sempet SMS temen buat titip absen ya aku bakal SMS. Tapi kalo nggak sempet SMS ya udah bolos aja, lagian hampir tak ada dosenku yang memperhatikan presensi, paling khawatirnya kalo mendadak ada quiz aja sih.</p>
<p>Hidup bebas dan mandiri. Sekitar 80% temen kuliahku adalah perantauan termasuk aku, sisanya asli Jogja. Yang perantauan itu pasti tinggalnya ngekost atau kontrak rumah. Hidup sendiri tanpa orang tua di kota yang cukup ramai, dipastikan membuat mahasiswa hidup cenderung semaunya. Tidur semaunya, main semaunya, kuliah semaunya, buang-buang duit semaunya. Begadang, bolos kuliah, foya-foya, gonta-ganti pacar, berorganisasi tak kenal waktu, main keliling nusantara, semua bisa dilakukan. Namun setiap yang dilakukan anak kost pasti mengandung resiko, resiko IP jeblok, resiko kantong jebol, serta resiko-resiko lainnya. Sehingga meskipun hidup mahasiswa itu terkesan liar dan semaunya, namun juga bisa berfikir lebih mandiri.</p>
<p>Saatnya mengembangkan diri. Berbagai hal bisa dilakukan di masa kuliah. Buat yang suka berorganisasi, tersedia banyak organisasi di kampus. Buat yang punya hobi tertentu, dari nyelam, berkuda, catur, paduan suara, terdapat banyak UKM yang siap menampung. Yang perlu dicatat, mengembangkan diri tak selamanya harus berkaitan dengan prodi yang diambil. Aku beruntung karena teman-teman kuliahku termasuk majemuk, mereka memiliki bakatnya masing-masing. Meski terkesan kurang study oriented, namun bagiku itu tak masalah, justru bisa menjadi kehebatan tersendiri bisa menguasai berbagai bidang, tak melulu soal elektronika dan instrumentasi.</p>
<p>Di antaranya ada yang jadi fotografer, jadi seniman, jadi pekerja sosial, jadi master SEO, jadi penyelam, jadi pebisnis, jadi gamer, jadi playboy, jadi dalangpun ada. Memiliki teman dengan berbagai kehebatan adalah sebuah anugerah tersendiri buatku, sekalipun mereka sebenarnya kuliah di prodi elektronika dan instrumentasi namun masih bisa mengembangkan bakatnya masing-masing.</p>
<p>Angkringan dan warung burjo. Keduanya adalah tempat makan yang &#8216;mahasiswa banget&#8217;, terutama mahasiswa macam aku yang cuma dapet duit bulanan pas-pasan. Keduanya tak sekedar tempat makan, namun juga bisa dijadikan tempat nongkrong hemat dan tempat bertukar pikiran. Angkringan dan burjo tersebar di seluruh penjuru Jogja, terutama di kawasan yang banyak mahasiswanya.</p>
<p>Ngulang kuliah. Dapet nilai kuliah jelek? Jangan khawatir, masih ada remidi ataupun SP (semester pendek), tak harus menunggu tahun depan hanya untuk mengulang kuliah. Nah apeslah aku, di fakultasku tak ada remidi apalagi SP. Bahkan ujian susulanpun tak ada sekalipun kita sedang sakit. Jadi kalo mau benerin nilai, silahkan menanti tahun depan. Kalo masih belum bagus/lulus juga ya silahkan menanti tahun depannya lagi. Mata kuliah yang biasanya wajib diulang oleh teman-temanku justru mata kuliah-mata kuliah semester awal, di antaranya Kalkulus 1 dan 2, Fisika dasar 1 dan 2, Kimia dasar 1 dan 2, Biologi, Untai listrik. Semua itu adalah mata kuliah di 2 semester awal, dan mirisnya semuanya begitu akrab bagi kami bahkan hingga di tahun keempat dan kelima.</p>
<p>Ada pula mata kuliah yang pernah kuulang sampai 3 kali, artinya aku pernah mengambilnya 4 kali selama kuliah. Awalnya aku dapat nilai D. Padahal target nilai yang kuinginkan saat ngulang nggak muluk-muluk, cukup C agar di transkrip tak ada nilai D. Namun takdir berkata lain, nilai C baru kudapatkan saat mengulang untuk ketiga kalinya. Berkat mengulang kuliah, aku pernah kuliah sekelas dengan setiap angkatan.</p>
<p>Ada pula hal-hal yang menjadi musuh mahasiswa. Yaitu jeratan MLM (multi level marketing) dan kelompok-kelompok ekstrim. Tak jarang keduanya berakhir dengan penculikan. Soal kelompok ekstrim, aku kurang paham. Namun soal MLM, cukup banyak temanku yang menjadi korban kekejamannya.</p>
<p>Sekian dulu deh soal dunia perkuliahan, nanti bakal diupdate kalo ada hal-hal yang baru kuinget. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<br />Filed under: <a href='http://kumbangjantan.wordpress.com/category/keseharian/'>Keseharian</a> Tagged: <a href='http://kumbangjantan.wordpress.com/tag/kampus/'>kampus</a>, <a href='http://kumbangjantan.wordpress.com/tag/kost/'>kost</a>, <a href='http://kumbangjantan.wordpress.com/tag/kuliah/'>kuliah</a>, <a href='http://kumbangjantan.wordpress.com/tag/mahasiswa/'>mahasiswa</a>, <a href='http://kumbangjantan.wordpress.com/tag/merantau/'>merantau</a>, <a href='http://kumbangjantan.wordpress.com/tag/ngekost/'>ngekost</a>, <a href='http://kumbangjantan.wordpress.com/tag/ugm/'>ugm</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kumbangjantan.wordpress.com/701/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kumbangjantan.wordpress.com/701/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kumbangjantan.wordpress.com/701/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kumbangjantan.wordpress.com/701/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kumbangjantan.wordpress.com/701/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kumbangjantan.wordpress.com/701/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kumbangjantan.wordpress.com/701/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kumbangjantan.wordpress.com/701/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kumbangjantan.wordpress.com/701/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kumbangjantan.wordpress.com/701/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kumbangjantan.wordpress.com/701/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kumbangjantan.wordpress.com/701/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kumbangjantan.wordpress.com/701/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kumbangjantan.wordpress.com/701/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kumbangjantan.wordpress.com&amp;blog=6016701&amp;post=701&amp;subd=kumbangjantan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kumbangjantan.wordpress.com/2011/07/20/kuliah-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a0a2bcd450c453b9e75bfefbe1695ae?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Si Fikry</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kumbangjantan.files.wordpress.com/2011/07/lecture.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">lecture</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dibuang Sayang Edisi Merapi: &#8220;Dan Akupun Pulang&#8221; Part 2</title>
		<link>http://kumbangjantan.wordpress.com/2011/07/19/dibuang-sayang-edisi-merapi-dan-akupun-pulang-part-2/</link>
		<comments>http://kumbangjantan.wordpress.com/2011/07/19/dibuang-sayang-edisi-merapi-dan-akupun-pulang-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jul 2011 18:29:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>si_kumbang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keseharian]]></category>
		<category><![CDATA[erupsi merapi]]></category>
		<category><![CDATA[jarak aman merapi]]></category>
		<category><![CDATA[lahar dingin]]></category>
		<category><![CDATA[letusan merapi 2010]]></category>
		<category><![CDATA[merapi]]></category>
		<category><![CDATA[merapi meletus]]></category>
		<category><![CDATA[ugm]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[zona bahaya merapi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kumbangjantan.wordpress.com/?p=697</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Dan Akupun Pulang&#8221; Part 2 Awalnya aku berencana tetap tinggal di jogja. Namun seiring berjalan waktu, dapet kabar kalo temen-temenku banyak banget yang pulang, yang kebanyakan alasannya karena disuruh pulang orang tuanya yang taunya di tv tuh Jogja begitu mencekam. Termasuk sang pacar yang juga dipaksa buru-buru pulang sesegera mungkin tanpa boleh nunggu lagi walau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kumbangjantan.wordpress.com&amp;blog=6016701&amp;post=697&amp;subd=kumbangjantan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>&#8220;Dan Akupun Pulang&#8221; Part 2</strong></p>
<p>Awalnya aku berencana tetap tinggal di jogja. Namun seiring berjalan waktu, dapet kabar kalo temen-temenku banyak banget yang pulang, yang kebanyakan alasannya karena disuruh pulang orang tuanya yang taunya di tv tuh Jogja begitu mencekam. Termasuk sang pacar yang juga dipaksa buru-buru pulang sesegera mungkin tanpa boleh nunggu lagi walau semalampun bertahan di jogja. Memang sejak Jumat pagi ada pengumuman kalo perkuliahan di UGM diliburkan sampai seminggu.</p>
<p>Selain itu, warung-warung makan juga banyak yang tutup. Wah bisa gak makan kalo gini! Lagipula aku juga agak was-was kalo harus beli makan diluar, mengingat tebaran abu vulkanik yang gak kenal tempat dan waktu. Hingga Jumat malam, Jogja makin terasa sepi. Jalanan sangat lengang. Di perkampungan kost-kostan kayak di pogung jauh lebih terasa sepi akibat banyak ditinggal pergi mahasiswa.</p>
<p>Kondisi kesehatan, fisik dan perutku tampaknya makin terancam aja kalo tetap bertahan disini. Tepat seminggu sudah aku bergumul dengan abu vulkanik yang begitu jahat bagi pernafasan dan mataku. Dan dapet saran dari seorang teman, katanya, “selagi sempet buat pulang ya pulang aja walau cuma bentar”. Nah begitu dapet nasehat dari temenku ini aku langsung berniat pulang di Sabtu pagi, <span id="more-697"></span>walau kayaknya cuma bisa pulang bentar.</p>
<p>Sabtu pagi, langsung kutelpon Jiwo yang katanya pagi itu mau pulang ke terminal naik bis. Kuajakin buat pulang bareng ke purwokerto naik mobilku aja. Awalnya aku pengen naik bis, tapi dari berbagai informasi konon bis menuju Purwokerto ramai banget. Ya jelas aja, ratusan bahkan ribuan orang melakukan perjalanan dala waktu bersamaan keluar Jogja ya pasti ramainya udah kayak arus mudik lebaran aja! Lagipula kalo mobilku ditinggal di Jogja dan dibiarkan bermandikan abu vulkanik, bisa-bisa waktu aku udah balik Jogja tuh mobil tua bakal jadi candi! Akhirnya kuputuskan pulang naik mobil aja, toh ada temennya inih.</p>
<p>Rencana berangkat jam 8 pagi. Namun berbagai acara beres-beres rumah dan bersih-bersih mobil mbakku baru selese jam 8 itu. Ya udah, akhirnya aku baru berangkat jemput Jiwo di kosannya jam setengah 9. Eh ternyata si Aji juga mau ikutan nebeng pulang. Dia katanya udah sampe ke terminal Giwangan tapi yang ngantri naik bis Efisiensi jurusan Purwokerto banyaknya gak ketulungan. Akhirnya si Aji nunggu aku dan Jiwo di Gamping. Berhasil jemput di gamping, langsung menuju Purwokerto.</p>
<p>Jalanan sepanjang Jogja-Purworejo cukup lancar namun masih diselimuti sisa abu vulkanik yang bertebaran namun gak tebal dan sama sekali gak mengganggu penglihatan.</p>
<p>Namun dramatisnya, begitu memasuki Purworejo kota, abu yang bertebaran sangat amat tebal. Malah jarak pandang di jalanan paling-paling cuma 10 meter! Semua mobil dan motor yang ada di situ cuma berani jalan pelan-pelan dan tak lupa nyalain lampu. Kalo dilihat tumpukan abu yang ada di pinggir jalan kira-kira sekitar 10cm. Kondisi ini tak begitu berbeda sampai mobil kami sampai di Prembun, Kebumen. Di sekitar kebumen ini debu yang beterbangan tak terlalu pekat, dan hanya berkeliaran kesana kemari hanya saat ada mobil yang lewat.</p>
<p>Begitu melewati perbatasan Banyumas-Kebumen di daerah Tambak, Banyumas suasana yang kami rasakan benar-benar berbeda. Mataku kerasa jadi seger banget! Ternyata penyebabnya adalah abu vulkanik di daerah ini udah benar-benar tipis dan nyaris gak keliatan lagi. Rumput-rumput di pinggir jalan, dedaunan pohon-pohon di sepanjang jalan benar-benar terlihat warna aslinya yang kehijauan dan menyegarkan mata. Maklum, selama seminggu ke belakang kami bertiga hampir gak pernah ngeliat daun berwarna hijau! Gara-gara semua tanaman ketutup abu. Gak cuma itu, warna-warni bangunan dan berbagai spanduk atau papan reklame yang warnanya mencolok mata juga turut membuat kehidupanku terasa lebih berwarna. Hidup yang gak cuma putih abu-abu! Ibarat komputer, baru aja ganti VGA card yang bikin grafik jadi lebih mantab! Hahaha</p>
<p>Sampai di kemranjen kuarahin mobilku lewat jalan pintas yang gak perlu lewat lagi daerah Buntu. Jalur ini oke banget pemandangannya. Udara pedesaan yang bener-bener seger, dengan pepohonan rindang di kanan kiri jalan. Disertai jalanan  yang cukup ekstrim tanjakannya. Jika diukur tanjakan terjal yang ada panjangnya sekitar 2 km dengan kemiringan mendekati 45˚.</p>
<p>Tiba-tiba di tanjakan terjal yang terakhir, di tengah tanjakan tiba-tiba tenaga Katanaku drop. Langsung oper gigi dari 2 ke 1. Ternyata RPM yang sewajarnya langsung menanjak setelah pindah gigi ke yang lebih rendah, malah RPM jalan di tempat cenderung terus turun. Mobil makin pelan dan akhirnya berhenti. Langsung tarik rem tangan, eh eh eh kok rem tanganku gak mampu menahan laju mobil yang terus mundur! Sambil berusaha tetap tenang, liat di spion Avanza hitam yang sejak tadi ada di belakangku berhenti menunggu kami di bawah. Syukurlah, seenggaknya Avanza item itu gak benar-benar di belakangku saat mobilku lagi stuck di tanjakan.</p>
<p>Gara-gara rem tangan yang gak benar-benar mampu menahan gelindingan mobil, kaki kanan harus gantian nginjek pedal rem dan gas buat coba jalan lagi. Coba pedal gas kubejek sampai 4000-an RPM trus kopling kulepas, ternyata mobil gak beranjak naik justru RPM makin turun. Sekitar 3 kali dicoba, kayaknya ada yang gak beres dengan Katanaku ini. Padahal biasanya dengan kondisi yang sama mobil tetap bisa jalan meskipun dengan merayap perlahan-lehan. Ya udahlah, menyerah! Mobil kumundurkan pelan-pelan keluar dari tanjakan. Sekitar 100 meter di belakang ada jalan yang cukup datar, lumayan buat meminggirkan mobil.</p>
<p>Sambil ngaso sekalian ngademin mesin, kami semua keluar dari mobil. Sekalian menghirup udara yang benar-benar segar khas perbukitan dan memanjakan mata dengan hijaunya tanaman sekitar.  Hal yang udah seminggu sangat asing bagiku selama di Jogja. Setidaknya coba mengambil hikmah lain dari setiap kesulitan yang dihadapi.</p>
<p>10 menit berlalu, kami masuk mobil. Buat coba nerusin usaha menaiki tanjakan terakhir ini. Start mesin, masukin gigi 1, mulai merayap pelan-pelan. Wah kayaknya berhasil nih. Eh tiba-tiba di titik yang sama kayak sebelumnya kami terhenti, mobil kembali berhenti. Coba jalan lagi gak bisa. Mesin gak mati, cuma kayak kehilangan tenaga. Ya udah gelindingin lagi mobil ke bawah.</p>
<p>Coba ngademin mobil lebih lama lagi. Sambil pura-pura nongkrong di pinggir jalan, sambil makan snack yang tadi dibeli Jiwo di Alfamart. Ada juga permainan bodoh yang kami lakukan, yaitu coba membunuh lalat-lalat yang pada hinggap di kap mesin Katana. Trik yang diajari Jiwo, nyentil lalat dari arah muka lalat. Gak tau kenapa Jiwo selalu berhasil sedangkan aku dan Aji gagal mulu!</p>
<p>30 menit berlalu,mesin udah jauh lebih dingin. Siap-siap buat coba mendaki tanjakan lagi. Kalo ini gagal, aku punya 2 opsi. Puter balik ke Kemranjen lagi dan lewat jalur Buntu, atau hubungin bapakku buat minta pertolongan. Mesin di-start, masukin gigi 1, gak lupa berdoa dulu, jalan pelan-pelan meter demi meter. Yap, akhrinya tanjakan berhasil kami lalui. Leganya…! Setelah tanjakan itu terlewati, kami tinggal jalan menggelinding menuruni bukit yang jaraknya gak lebih dekat dibanding tanjakan yang dilewati sebelumnya.</p>
<p>Akhirnya perjalanan kami memasuki Purwokerto. Sebuah kota yang kini jauh lebih hidup dibanding Jogja, soalnya jauuuuh lebih berwarna. Gak cuma ada warna putih abu-abu doank! Dan mobil-mobilnya pada bersih-bersih!</p>
<p>Langsung nganterin para korban letusan Merapi, nganterin Aji ke rumahnya di karangkobar, terus nganter Jiwo di Bobosan. Terakhir ya nganterin korban merapi terakhir yaitu aku sendiri. Jam setengah 3 kurang aku udah ada di rumah. Jadi total perjalananku kali ini sekitar 5,5 jam. Sebuah waktu yang gak normal, dengan alasan kepulangan yang gak normal pula. Biarpun aku punya kesempatan buat pulang cukup lama, tapi rasanya lebih ingin kembali ke Jogja secepatnya dan kembali merasakan aktifitas di Jogja seperti sediakala. Semoga Gunung Merapi cepat pulih dan kembali tenang. Semoga Jogja kembali berhati nyaman.</p>
<p><em>Purwokerto, 8 November 2010</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://kumbangjantan.wordpress.com/category/keseharian/'>Keseharian</a> Tagged: <a href='http://kumbangjantan.wordpress.com/tag/erupsi-merapi/'>erupsi merapi</a>, <a href='http://kumbangjantan.wordpress.com/tag/jarak-aman-merapi/'>jarak aman merapi</a>, <a href='http://kumbangjantan.wordpress.com/tag/lahar-dingin/'>lahar dingin</a>, <a href='http://kumbangjantan.wordpress.com/tag/letusan-merapi-2010/'>letusan merapi 2010</a>, <a href='http://kumbangjantan.wordpress.com/tag/merapi/'>merapi</a>, <a href='http://kumbangjantan.wordpress.com/tag/merapi-meletus/'>merapi meletus</a>, <a href='http://kumbangjantan.wordpress.com/tag/ugm/'>ugm</a>, <a href='http://kumbangjantan.wordpress.com/tag/yogyakarta/'>yogyakarta</a>, <a href='http://kumbangjantan.wordpress.com/tag/zona-bahaya-merapi/'>zona bahaya merapi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kumbangjantan.wordpress.com/697/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kumbangjantan.wordpress.com/697/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kumbangjantan.wordpress.com/697/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kumbangjantan.wordpress.com/697/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kumbangjantan.wordpress.com/697/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kumbangjantan.wordpress.com/697/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kumbangjantan.wordpress.com/697/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kumbangjantan.wordpress.com/697/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kumbangjantan.wordpress.com/697/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kumbangjantan.wordpress.com/697/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kumbangjantan.wordpress.com/697/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kumbangjantan.wordpress.com/697/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kumbangjantan.wordpress.com/697/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kumbangjantan.wordpress.com/697/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kumbangjantan.wordpress.com&amp;blog=6016701&amp;post=697&amp;subd=kumbangjantan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kumbangjantan.wordpress.com/2011/07/19/dibuang-sayang-edisi-merapi-dan-akupun-pulang-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a0a2bcd450c453b9e75bfefbe1695ae?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Si Fikry</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dibuang Sayang Edisi Merapi: &#8220;Dan Akupun Pulang&#8221; Part 1</title>
		<link>http://kumbangjantan.wordpress.com/2011/07/19/dibuang-sayang-edisi-merapi-dan-akupun-pulang-part-1/</link>
		<comments>http://kumbangjantan.wordpress.com/2011/07/19/dibuang-sayang-edisi-merapi-dan-akupun-pulang-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jul 2011 18:08:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>si_kumbang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keseharian]]></category>
		<category><![CDATA[erupsi merapi]]></category>
		<category><![CDATA[letusan merapi 2010]]></category>
		<category><![CDATA[merapi]]></category>
		<category><![CDATA[merapi 2010]]></category>
		<category><![CDATA[ugm]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[zona bahaya merapi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kumbangjantan.wordpress.com/?p=691</guid>
		<description><![CDATA[Ini tulisan udah cukup basi sih, kutulis di saat Gunung Merapi baru aja memuntahkan letusan terbesarnya di tahun 2010 lalu. Bukan fiksi maupun nggombal, asli dari apa yang aku alami di TKP. Ya daripada udah banyak-banyak kutulis terus mendarat di recycle bin begitu aja mending &#8220;dibuang&#8221; di sini aja deh, sekalian untuk mengingatkan kebesaran Sang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kumbangjantan.wordpress.com&amp;blog=6016701&amp;post=691&amp;subd=kumbangjantan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini tulisan udah cukup basi sih, kutulis di saat Gunung Merapi baru aja memuntahkan letusan terbesarnya di tahun 2010 lalu. Bukan fiksi maupun nggombal, asli dari apa yang aku alami di TKP. Ya daripada udah banyak-banyak kutulis terus mendarat di recycle bin begitu aja mending &#8220;dibuang&#8221; di sini aja deh, sekalian untuk mengingatkan kebesaran Sang Maha Berkehendak melalui Gunung Merapi ini. Langsung aja deh ini tulisannya.</p>
<p><strong>&#8220;Dan Akupun Pulang&#8221; Part 1</strong></p>
<p>Jam  setengah 10 malam itu aku baru aja pulang ke rumah. Kondisi di luar masih rintik-rintik. Seusai memenuhi berbagai kebutuhan pribadi, jam 10 menuju kamar buat nginstal-nginstal laptop sambil ditemenin secangkir Nescafe Kopi Tubruk. Ya, baru aja sorenya aku beli laptop baru buat gantiin laptop lama yang udah mulai berumur dan rentan kena stroke.</p>
<p>Sejak itu telingaku mendengar sesuatu yang menurut hati kecilku cukup meresahkan. Terdengar samar-samar bunyi gemuruh dari kejauhan. Tapi aku ragu itu bunyi apa, soalnya memang hujan yang turun semenjak siang memang terkadang diiringi sambaran petir. Dan lingkungan di sekitar rumahkupun tampak tenang-tenang aja, begitu pula kabar di TV adem ayem aja. Ya udah kucuekin aja, anggep aja kupingku yang agak terganggu. Soalnya dari semalam sebelumnya aku juga denger gemuruh yang mirip dan memang tak terjadi apa-apa.</p>
<p>Tapi sekitar jam 11 perlahan-lahan suara gemuruh semakin nyata terdengar.<span id="more-691"></span> Tetep positive thinking aja, sambil tetap bersantai ngurusin laptop. Walau tak dipungkiri saat itu mulai muncul rasa was-was. Sampai akhirnya jam setengah 12 lebih sekian menit gemuruh sudah benar-benar terdengar. Dan yang lebih bikin deg-degan, gemuruh itu diiringi getaran-getaran di sekitar. Semacam gempa yang sangat kecil tapi sangat terasa dan lama.</p>
<p>Dengan detak jantung yang akselerasinya meningkat, bangkit dari tempat tidur. Keluar kamar menuju depan rumah. Putar anak kunci, genggam dan tarik gagang pintu. Begitu ragaku berada di luar rumah, mataku langsung terpaku pada langit arah utara dimana sang Merapi berada.</p>
<p>Jelas terlihat langit di arah utara menjadi terang, dan berwarna agak kemerahan seolah-olah ada yang menyorotkan sinar dari arah utara. Si gemuruh yang sudah lama kudengarpun sangat jelas berasal dari arah yang sama dengan arah sinar itu.</p>
<p>Rasa penasaranpun muncul. Segera masuk kamar buat cari berita di tv. Ternyata 2 tv berita yang selama ini begitu gencar memberitakan perkembangan Gunung Merapi, sudah dengan hebohnya melaporkan kondisi  terkini Si Merapi, lengkap dengan live report dari sekitar Jogja. Diberitakan bahwa sedang terjadi letusan dan terjadi guguran lahar dingin. Saat itu pula temenku si Jiwo sms, “tangi fik, merapi bunyi..”.</p>
<p>Dengan perasaan yang gak karu-karuan,antara tegang dan deg-degan kuputuskan buat masuk ke kamar aja buat memantau kondisi dari tv aja. Pintu rumah kututup lagi, tapi tanpa kukunci dengan pertimbangan bisa segera keluar rumah kalo terjadi apa-apa.</p>
<p>Dari tv itu pula kudapat berita bahwa malam itu juga radius steril ditingkatkan dari yang terakhir 15 km dari puncak Merapi, menjadi 20 km. Pengungsian juga dipindahkan ke stadion Maguwoharjo.</p>
<p>Tepat jam 1 suara gemuruh sudah berkurang, atau bahkan hilang aku juga lupa. Yang jelas udah mereda Yang kurasakan dari rumahku kini berganti jadi hujan. Namun hujan kali ini cukup unik, karena yang jatuh dari langit bukan air atau abu kayak sebelumnya. Tapi kerikil campur pasir…</p>
<p>Awalnya juga kukira suara rintik-rintik di atap rumah adalah suara gerimis, tapi kok kerasa lain bunyinya. Tanganku kutengadahkan ke luar rumah, gak basah sama sekali. Eh yang ada malah sesuatu mirip kerikil yang bercampur pasir.</p>
<p>Tapi justru seiring turunnya hujan kerikil itu, perasaanku jadi benar-benar tenang dan lega. Karena udah gak kedengeran lagi gemuruh yang sebelumnya sangat jelas terdengar. Udahlah aku masuk rumah aja, sambil terus update info dari tv dan internet.</p>
<p>Walaupun sejak pulang jam 10 mataku sebenernya udah berat banget, tapi dengan adanya kejadian ini malah bikin aku bener-bener gak ngantuk lagi. Namun aku tetep coba nenangin diri dengan cara tidur. Akhirnya jam 3 mataku berhasil tertutup juga.</p>
<p>Yang sangat kusayangkan adalah pemberitaan di tv yang hanya membuat begitu panik masyarakat. Informasi sepotong-sepotong yang diterima oleh reporter dari TKP, begitu saja langsung disampaikan ke seluruh pemirsa di tv dan dibuat kesimpulan versi reporter di TKP atau yang berada di studio. Tata bahasa yang begitu kacau dan terlihat tak siap dengan kondisi yang berubah tiba-tiba juga turut mempengaruhi psikologis pemirsa, seolah-seolah tengah terjadi sesuatu yang begitu dahsyatnya hingga sang reporter  kesulitan berkata-kata, padahal ini murni hanya masalah mental si reporter.</p>
<p>Yang sangat mengesalkan dan menyesatkan malam itu adalah ketika salah satu tv yang sedang live mengatakan tengah terjadi hujan batu! Hey, yang bener aja hujan batu?! Orang mana yang gak panik denger ada berita hujan batu??? Padahal kenyataan di lapangan yang juga kualami sendiri, cuma hujan kerikil kecil-kecil bercampur pasir! Sungguh hiperbolis!!! Aku sendiri bukan orang yang paham tentang komunikasi di media massa. Tapi sebagai pemirsa yang juga ada di TKP, cukup bisa merasakan bahwa berita-berita di tv terkadang terlalu dilebih-lebihkan dan kebanyakan hanya opini semata. Bukan fakta yang didapat dari bukti-bukti di lapangan. Setidaknya yang kuharapkan dari live report di tv adalah informasi yang apa adanya saja dari lapangan, tak perlu sampai dibuatkan kesimpulan versi mereka sendiri atau himbauan-himbauan yang berlebihan!</p>
<p>Bahkan efek yang paling terasa dari “kuatnya” media dalam mempengaruhi adalah, keesokan hari pasca letusan merapi 5 November banyak dari teman-temanku yang ditelepon orang tuanya di kota asal dan disuruh buru-buru pulang ke kampung halaman. Itu gak Cuma 1 atau 2 orang teman, tapi banyak!! Ya wajar lah, orang tua mana yang gak khawatir ketika tahu anaknya sedang berada di kota yang sedang terancam oleh letusan dahsyat Merapi??? Dari mana lagi para orang tua itu tau betapa bahayanya Jogja kalo gak dari televisi?</p>
<p>Padahal kami yang ada di Jogja yang lebih tahu persis kondisi tempat kami berada. Dan yang kurasakan dari Jogja sehari pasca letusan hebat 6 November dini hari adalah, tak sebegitu mencekam. Segala aktifitas juga berjalan seperti biasanya. Pagi hari, jalanan begitu ramai oleh orang-orang yang hendak bekerja atau anak-anak sekolah yang berangkat menuju sekolahnya walau ternyata hari itu sekolah diliburkan. Para mahasiswa dan mahasiswi juga banyak yang terburu-buru berangkat ke kampus, entah mau kuliah atau ujian karena masih jadwalnya UTS. Hanya 1 hal yang sangat berbeda dari hari biasanya, yaitu jogja agak lebih berdebu!</p>
<p><strong>to be continued&#8230;</strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://kumbangjantan.wordpress.com/category/keseharian/'>Keseharian</a> Tagged: <a href='http://kumbangjantan.wordpress.com/tag/erupsi-merapi/'>erupsi merapi</a>, <a href='http://kumbangjantan.wordpress.com/tag/letusan-merapi-2010/'>letusan merapi 2010</a>, <a href='http://kumbangjantan.wordpress.com/tag/merapi/'>merapi</a>, <a href='http://kumbangjantan.wordpress.com/tag/merapi-2010/'>merapi 2010</a>, <a href='http://kumbangjantan.wordpress.com/tag/ugm/'>ugm</a>, <a href='http://kumbangjantan.wordpress.com/tag/yogyakarta/'>yogyakarta</a>, <a href='http://kumbangjantan.wordpress.com/tag/zona-bahaya-merapi/'>zona bahaya merapi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kumbangjantan.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kumbangjantan.wordpress.com/691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kumbangjantan.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kumbangjantan.wordpress.com/691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kumbangjantan.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kumbangjantan.wordpress.com/691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kumbangjantan.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kumbangjantan.wordpress.com/691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kumbangjantan.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kumbangjantan.wordpress.com/691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kumbangjantan.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kumbangjantan.wordpress.com/691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kumbangjantan.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kumbangjantan.wordpress.com/691/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kumbangjantan.wordpress.com&amp;blog=6016701&amp;post=691&amp;subd=kumbangjantan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kumbangjantan.wordpress.com/2011/07/19/dibuang-sayang-edisi-merapi-dan-akupun-pulang-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a0a2bcd450c453b9e75bfefbe1695ae?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Si Fikry</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
