•14 October 2009 •
Leave a Comment
Setengah tahun mengendarai skutik alias skuter matik Vario terasa ada yang berbeda. Kok konsumsi bensinnya gak jauh lebih irit daripada motor yang selama ini kukendarai Honda Tiger 2000. Padahal cc motor beda jauh, si Vario cuma 110 cc sedangkan si Tiger 200 cc. Tiger mampu berjalan kira-kira 32-35 km untuk tiap 1 liter premium. Vario cuma sedikit lebih irit, 40-43 km/liter.
Padahal buat speedfreak, Vario bakal sangat mengecewakan baik akselerasi maupun top speed yang ala kadarnya dan masih kalah dibanding bebek sesama 110 cc. Bandingkan Tiger yang 200 cc, tentunya akselerasi dan top speed jauh lebih unggul lah. Ya walupun Vario menawarkan kepraktisan dan kelincahan transmisi yang nyaman untuk dalam kota.
Jika dibanding dengan bebek 110 cc atau malah 125 cc, kenapa kok konsumsi bensin Vario jauh lebih boros? Kebetulan aku sering juga ngendarai Supra 125 yang ada di rumah yang konsumsi bensin dalam kota lebih dari 50kM/liter. Ternyata ada rahasia di balik itu semua. Continue reading ‘Kok Skutik Boros sih…?’
Posted in Otomotif
Tags: CVT, hemat BBM, matik, skutik, vario
•14 October 2009 •
Leave a Comment

Megelli 250R gak pernah sepi dikerubutin orang
Gak di dunia maya gak di dunia nyata si pendatang baru Minerva Megelli 250 R tetep aja bikin penasaran banyak orang. Blog dan forum otomotif yang ngebahas si Megelli 250R selalu saja ramai. Baik sekedar bertanya-tanya segala tentang motor ini sampai yang ngebahas modifikasi peningkatan performa mesin dan upgrade tampilannya. Malah tulisanku tentang launching Minerva Megelli 250R yang dibikin beberapa bulan lalu selalu saja ramai dikunjungi dan komentar-komentar bernada penasaran.
Pun dengan di dunia nyata. Banyak teman-teman yang concern dengan dunia otomotif selalu membicarakan motor satu ini. Apalagi bila melihat motor ini melintas di jalanan, selalu banyak komentar yang muncul.
Rasa penasarankupun tak kalah membaranya dibanding mereka. Gimana sih sebenarnya kualitas dan desain motor ini dari dekat? Selama ini kan aku cuma liat nih motor dari gambar-gambar di web doank…
Minggu (11/10) saat jalan-jalan ke bursa mobil bekas di halaman TVRI Yogyakarta melihat penampakan si Megelli 250R ini lagi dipajang di stand-nya. Gak buang-buang kesempatan buat melihat si Megelli lebih dekat,, langsung aja mendekati si motor sexy ini. Bersanding dengan Minerva 200R, si Megelli ini tetap yang paling bikin penasaran dan banyak diperhatiin pengunjung.
Continue reading ‘Kesempatan Mengenal Minerva Megelli 250R Lebih Dekat’
Posted in Otomotif
Tags: kekurangan Minerva 250R, kelebihan minerva 250R, Megelli, megelli 250R, minerva, Minerva 250R putih, minerva jogja
•12 September 2009 •
1 Comment

Pagi itu, Senin jam 9 kurang beberapa menit aku berangkat ke kampus. Dengan dandanan kayak biasa ala kadarnya bercelana jeans berkaos polo shirt kudatangi kantin MIPA utara. Karena lagi puasa, aku ke kantin bukan buat makan tapi buat nyontek tugas PSD punya Susilo ma Yudhi. Dalam beberapa menit selesailah tugas itu walau gak semua soal terjawab but it’s okay better than nothing! Abis itu langsung bergegas ke kampus selatan buat kuliah PSD yang mayoritas mahasiswanya anak 2007.
Ya hari itu kurasakan lagi hari-hariku yang dulu, hari yang sangat biasa. Itu adalah hari pertamaku kuliah di semester ini padahal kuliah udah jalan minggu ke-3. Setelah pikiranku benar-benar “dicuci” dengan berbagai kisah keceriaan dan bersahabatan bertahan hidup bersama beberapa teman yang akhirnya menjadi keluarga baruku selama hampir 2 bulan di kampung orang.
Akhirnya Senin itu kehidupanku dipaksa untuk kembali terjun pada keadaan beberapa bulan lalu. Kampus yang makin penuh dengan mahasiswa, kuliah yang (selalu) membosankan, UGM yang akses jalannya makin susah, teman-teman ELINS yang mayoritas lelaki, Jogja yang panas dan terkadang macet, rumah yang sepi, kamar yang pengap, acara TV yang makin gak jelas, keuangan yang kembali harus kutata, kerinduan akan kampung halaman. Hal-hal yang nyaris tak pernah kupikirkan selama 2 bulan kebelakang. Mau gak mau harus terima kenyataan bahwa itulah hidupku.
Hari pertama kuliah begitu berat dan terasa sama saat pertama kali kuliah saat jadi maba dulu, membosankan dan gak mudeng blass!!! Namun ada hal yang membuatku lebih gak nyaman. Apalagi kalo bukan masalah umur. Di tatanan buku pedoman akademik UGM, semester 7 adalah angkatan tertua dan itu yang sedang aku jalani! “adikku” udah 3 yaitu angkatan 07, 08, dan 09. Parahnya semester ini aku kuliah bersama semua angkatan di bawahku baik itu anak 07, 08 maupun 09 karena banyak makul yang kuulang maupun baru kuambil semester ini.
Sedih juga rasanya saat kuliah gak bisa lagi selalu bareng temen-temen sekelas angkatan 06 karena makul yang diambil makin berbeda banget tiap anak, gak bisa lagi selalu ngebanyol bareng temen Continue reading ‘Kan kugenggam…’
Posted in Keseharian
Tags: elins, kuliah, mipa, ugm
•25 August 2009 •
2 Comments

Jogja, kota yang selealu penuh sesak dikunjungi wisatawan kala libur. Saat hari “normal”-pun tak pernah terlihat kosong dari wisatawan baik lokal maupun mancanegara.
Katanya Jogja kota yang berbudaya, kota yang nyaman untuk berlibur dan belajar, kota yang ramah. Ya, Yogyakarta daerah paling unik di Indonesia dimana pemimpinnya bukanlah seorang gubernur melainkan seorang raja bernama Hamengkubuwono.
Sejak memutuskan menetap di Jogja 3 tahun lalu untuk menuntut ilmu di kampus yang makin mahal, aku merasa kota ini adalah ‘kota besar’ ternyaman yang pernah aku rasakan. Kota yang sudah mulai padat namun masih diselimuti toleransi penduduknya yang cukup tinggi.
Kala pertama berjuang di keramaian kendaraan Jogja, acap kali terjadi “gesekan” dengan pengendara lain. Meski motornya kusenggol sedikit namun orang itu tak naik darah. Saat membayar makanan di warung kaki lima ala Jogja dan uangku agak “ganjil” penjual-penjual itu sering dengan lantang menjawab, “udah mas kurangnya besok lagi aja” atau “lima ratusnya dibawa aja dulu, kembaliannya gak ada…”.
Tak jarang pula aku melihat kesusahan-kesusahan orang yang kemudian orang yang tak dikenalnya dengan tanpa pikir panjang langsung menolongnya.
Oohhh Jogja… begitu indahnya engkau! ujarku…
Hampir 2 bulan aku mesti menjauh dari Jogja dan KKN di sebuah desa yang masih cukup tertinggal meski hanya berjarak 29 Km dari ramainya dan majunya Jogja. Desa itu adalah Desa Seloharjo. Continue reading ‘JOGJA: kota yang ramah? coba pikir lagi…!’
Posted in Ngasal Nulis
Tags: budaya jogja, jogja, keramahan jogja, kkn ugm, libur jogja, seloharjo, yogyakarta
Recent Comments